Kamis

Letter Love

Dini hari ku terbangun karena sakit kepala,sakit sekali..,setelah meminum obat dari dokterku ,ku coba lagi untuk tidur,sebaliknya, mata ini malah membulat minta melek.Kutengok kekanan,kutengok kekiri mencari sosok yang dulu selalu ada,setia menemani dan memuaskan dahaga rasaku,dulu sekali...Bosan dengan kesendirinku menghadapi dinginnya udara yang berasal dari AC kamarku,ku tanya suara hatiku,'kuketuk pintunya gak ya?','ssst..jangan,buat apa?,kamu mau ditertawakan?',pikiranku yang selama ini mulai menguasaiku malah menyerobot menjawab.Benar,beberapa waktu ini 'kata hatiku' yang selalu mengekor dan menguras bathinku,kuacuhkan,kutampik dan jauh sekali kusembunyikan di sudut sendi agar tak bisa lagi mempengaruhiku,aku ingin seperti orang normal lainnya,selalu berjalan sombong dengan keyakinan dan ke'aku'an yang kumiliki dan mencoba mematikan rasaku untuknya,cukup sudah ku menuruti apa kata hatiku selama ini,membuat jiwaku menjadi gila dan ragaku menjadi remuk,aku pasti bisa menjalaninya,menikmati semua kekalahan dalam diam,yakin suatu saat titik cerah akan menghampiriku.

Kubuka laptopku,kuketik password untuk mengintip sebuah situs, dan 'aha,kutemukan 'dia' dengan segala pesonanya,rindu aku,rindu sekali..'bisikku seandainya bisa terdengar olehnya,namun ku hanya bisa menyampaikannya lewat kata,berharap mendapat signal kerinduan yang sama..dapatkah aku ?entahlah aku tak berani mengusiknya,malu setelah apa yang ku alami bersamanya.uffff..

Tuhan,Kau ciptakan 'dua mata'untuk melihat,'dua telinga' untuk mendengar,tapi mengapa Kau hanya ciptakan 'satu hati'untuk menampung semua 'rasa'yang ada dan menuntut untuk menempati urutan pertama menjadi sempurna,rumit aku memahami semua ini.

Benar kata orang,lebih enak menjadi anak perempuan kecil,berkepang dua,berpipi gembul,lucu,imut dan bertutur kata polos daripada menjadi seorang wanita yang berkerut dan sibuk menimbang ingin berpihak pada kenyataan atau khayalan seperti aku ini.

Tuhan,maafkan aku karena telah tega berpaling,melupakan rasa lama dan berlindung dibalik jubah rasa lainnya,rasa kehilangan itu yang telah memerintahkan pikiranku untuk menerimanya.sekali lagi maafkan aku.

Ku dekati tuts keyboardku dan kuberanikan diri untuk mengetik sebuah kalimat,'maukah kau menjadi kekasihku?',sebentar saja,agar aku tahu apa arti 'rasa' yang sudah kau tinggalkan untukku kemarin,semoga rasa ini tidak lama bersemayam di hatiku dan membuatku berkhianat akan sebuah janji yang telah kita buat,'Promise & Commitment'.
Ku tekan tombol'send',ku nanti jawabmu,tak sabar.Jangan lupakan aku,jangan acuhkan aku dan percayalah aku tak pernah mengacuhkan dan melupakanmu seperti yang kau kira.

*cerita lama dari salah seorang sahabatku*

Tidak ada komentar: