Seiring putaran kincir yang tiada berawal-akhir
Dari tatapanku kau menyingkir
Lenyap sekejap peluh terserap pasir
Aku menggigit bibir
Di hatiku sesuatu berdesir,
berkata: pertemuan belum berakhir
Pandanganku mencarimu di angkasa
pikirku mengembara
Kutunggu kau di padang mimpiku yang hijau
Namun kau tak lagi terjangkau
Oasis rasa yang kucipta untuk mu pun tak tersentuh
Hatimu telah mati,tak lagi tersisa untukku
Logika telah mengendalikan semua pikirmu
Sigh...tampikmu. .
Jumat
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar