Rabu

renungan di pagi yang mendung

Pagi ini tampak kabut datang lebih cepat dan lebih tebal dari biasanya,sungguh suasana disini membuat hati ini damai dan terasa lapang,lebih ikhlas rasanya dan dengan cepat segera dapat memahami apa arti sebuah kehidupan atas nama semua ciptaanNYA.Benar-benar menakjubkan dan selalu menggetarkan hati dikala saat subuh menjelang kumandang adzan menggumamkan asmaMU."Allah Akbar",terharu sampai meneteskan airmata kadang,menggetarkan lubuk hati terdalam dan nurani yang semakin menciut dikala ingat timbunan sumpah yang telah aku selewengkan,beribu amanat yang telah aku telikung,jeritan miris berpuluh sahabat yang tak kupedulikan dan wejang welas asih kedua orang tua yang sering kuhindari dan kukibaskan dengan sengaja.Lemas lutut ini sudah,bahkan pijakan kaki serasa tak napak,melayang bagai hilang raga.

Rasa kehilangan diri sendiri ini amat sangat menohok dan menghunjam sampai ke relung hati,mencoba mempertanyakan kemana larinya kesombongan dan keberanian itu,'mungkin lelah atau malu',bisik suara hati,mereka bersembunyi untuk sementara,entah sampai kapan.

Tidak ada komentar: