saat keheningan malam mulai menyapaku,menerpa mengingatkan akan kesendirian dan ketakberdayaan selepas kedustaan yang mewarnai masa dalam kehampaan,tak peduli jeda yang menganga diantaranya.
tembok rapat yang telah berdiri kokoh seakan menjadi saksi betapa telah terbangunnya keangkuhan dan kesombongan menutupi kesadaran diri yang telah mulai ragu untuk meneruskannya,entah sampai kapan aku tersadar dan menemukan jawaban yang selama ini selalu saja kutunggu,tidak ada usahaku untuk mencarinya walau alam terang sekalipun.
dalam diam kutemukan kedamaian dan ketenangan walau kadang tersempil rasa kesepian dan kerinduan yang amat sangat,membuat rona merah keunguan di pipiku.
mengingatmu selalu,menyimpan kenangan bersamamu merupakan hadiah luar biasa yang pernah aku rasakan.
Rabu
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar