
Pesan ini akan tiba padamu,entah dengan cara apa, bahasa yg aku tahu kini hanyalah rasa,aku memandangmu tanpa perlu menatap,aku mendengarmu tanpa perlu alat,aku menemui tanpa perlu hadir,aku mengasihimu tanpa perlu syarat apapun karena kini kumiliki segalanya.
Kupandangi langkahmu yg ringan dan tampak seperti melayang berjalan dgn irama konstan,kau tak seperti orang yang berjalan diatas pasir,tampak berat dan canggung,barangkali karena sering kau lakukan itu,menyendiri ditepi pantai,menyusuri garisnya seperti merunut urat laut,tapak kakimu sudah tahu bagaimana bersahabat dgn pasir yg kadang menggembung kadang mengempis dimainkan nafas ombak.
Senjamu kian sempurna,saat dia yang kau cintai jauh disana tampak terlintas menjelma bagai bayangan berkilau disiram cahaya jingga menyerupai nyata.
Kalian berdua menghambur,mendekat erat satu sama lain,hingga kakimu melayang di udara.Rasa hangat ketika kedua tubuhmu bertemu,rasa lengkap ketika dua jiwa mendekat,rasa rindu yg tuntas ketika kedua pasang mata menatap.Aku merasakannya,entah kenapa aku bisa.
Matamu berbinar ,memantulkan semburat jingga dilangit & semburat cinta dilangit hatimu.namun kepalamu menggeleng,kau bilang sebentar lagi,kau masih ingin disana,menunggu senja tamat ditutup malam.Dia mengangguk mantap,ia tahu kemana hatimu berlabuh dan kemana sesekali hatimu berlayar.Ia menengadah keatas utk memantulkan bulan pucat yang sejenak lagi benderang dan menyinari langkahmu pulang.Ia lalu berpaling setelah mengecupmu dikening.
Perjalananmu dibatas dua dunia,cerah senja dikiri dan redup malam dikanan dan aku memandang sapuan ombak menghapus jejak kecuali milikmu,karena tinggal kau yg terus melangkah,tak ada jejakku disampingmu.tak ada siapa-siapa.Namun aku merasa kita melangkah bersama,entah bagaimana bisa begitu.
Bahasaku yang cuma rasa susah melekat pada kata,tapi aku tahu apa yang kau tanya & aku tahu apa jawabnya.Tinggal cara yang masih menjaga rahasia.
Dititik yang selalu sama,tempat karang kecil yang mengunduk sedemikian rupa hingga pas diduduki 1 orang saja,langkahmu terhenti.Kau duduk menghadap lautan,memandang gumpalan-gumpalan awan yg seolah disedot horison. Napasmu mulai teratur dan dudukmu mulai kaku seperti orang sembahyang,seperti ingin selaras dengan ombak yang kian pasang,napasmu kian panjang,hingga di satu titik berubah memburu. Terjadi gemuruh dilautan hatimu.Tiba-tiba kau melorot dari karang itu,tersungkur menghunjam pasir,punggungmu berguncang.
Aku tau apa yang terjadi,aku tau apa yang kau tangisi,aku tau apa yang bisa menghiburmu,tapi lagi-lagi cara itu masih menjadi rahasia.
Lalu kau berlari menuju ombak,membawa perasaan seberagam lngit saat senja antara duka,murka dan rasa yg entah harus dibuang kemana.Saat itu kau ingin bergabung dengan rombongan awan yg terhipnotis masuk kedalam rekahan ufuk barat dan berenang saat laut pasang mendadak menjadi pilihan yang masuk akal bagimu
Ingin rasanya aku ikut berlari,berteriak agar kau kembali,mencengkram bahumu,agar kau tau aku ada disini.Namun bahasa yang kupunya cuma rasa dan entah bagaimana caranya agar rasa bisa bersuara jika raga tak lagi ada,aku hanya ingin merengkuhmu.adakah kau tau aku ada.Dada ini sesak di penuhi helaan nafas memburu saat jiwaku mengejar sosokmu,mulai panik takut akan sebuah kehilangan.
Seberaneka langit senja,muncul aneka ekspresi pada mukamu.Matamu berkaca-kaca,bibirmu tersenyum,lalu kau mulai menangis ssmbil tertawa.Aku tahu apa yang kau sadari,aku tau apa yg kau syukuri dan kini aku tau cara bicara denganmu.
Pesan ini akhirnya tiba.saat pasir tempatmu berjalan pergi ditelan ombak,akulah lautan yg memeluk pantaimu erat,akulah langit beragam warna yg mengasihimu lewat beragam cara,engkau hanya perlu merasa dan biarkan alam berbicara.
Air matamu bercampur dengsn jejak air laut.tawa cerahmu bercsmpur dengsn sengguk tangis,namun matamu tak lagi bertanya-tanya.Hari ini kau akan pulang untuk makan malam,bercinta dengan yang kau cintai ditemani cahaya dan wangi lilin aromateraphy.
Kau tersenyum dengan segenap jiwamu,karena hari ini kita sama-sama mengetahui satu rahasia.
Dengan mulutku setengah dibekap,kau membsikkan satu kata yang pernah menjadi namaku.
Kali ini kau tidak mengucapkan sapa perpisahan.bukan juga perjumpaan melainkan sebuah kesadaran.
Rahasia kecil kita berdua,aku tau engkau tau aku ada.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar